Lelaki “Istri” sang Perdana Menteri


Oleh Helfizon Assyafei

Perhatikan foto di bawah..Foto di bawah ini adalah foto istri-istri dari pemimpin negara NATO. Demikian tulis pengamat politik M Darmayuda. Ada yang aneh?




Ya. Ada lelaki di barisan istri itu. Siapa dia? 

Ternyata lelaki itu adalah “istri” Perdana Menteri Luxemburg. Woow.. jangan heran. Di Luxembur dan beberapa negara Eropa, pernikahan sejenis telah dilegalkan melalui undang-undang.

Padahal agama mereka di sana melarang hal itu. Tapi karena dalam demokrasi suara terbanyak adalah pemenang, maka suara rakyat yang seharusnya suara Tuhan berobah menjadi suara Syetan.

Apakah mungkin hal serupa terjadi di Indonesia? Bukan tidak mungkin. Kita menganut sistem demokrasi sama seperti mereka juga. Jika anda orang normal, sehat jasmani rohani maka Anda harus menyelamatkan Indonesia dari kemungkinan ini. Sebab tidak ada yang menjamin anak cucu kita bisa selamat dari keadaan ini di masa akan datang.

Itulah mengapa kita wajib tahu politik. Tahu partai mana yang idenya sekuler (memisahkan agama dari politik). Statemennya sangat mudah kita kenali; jangan bawa-bawa agama dalam politik. Jangan jualan agama untuk dapat kedudukan politik. Islam yes partai Islam No.

Ini ciri-cirinya. Jangan terkecoh meskipun kepalanya dililit serban, jidatnya hitam sebab hatinya bisa saja dililit syetan. Meskipun parpolnya berlambang agama bisa jadi isinya penyembah berhala. Awas jangan tertipu ‘kemasan’.

Pikirkanlah, pilihan partai politik orang liberal (suka-suka dia dalam segala hal), sekuler dan LGBT pasti bukanlah partai yang anti LGBT atau partai yang kuat nilai-nilai agamanya. Mereka akan memilih partai yang akan memperjuangkan hak mereka, keinginan mereka. Demokrasi memberi jalan untuk mereka.

Maka pikirkanlah, jika kita memilih. Apakah pilihan kita sama dengan mereka? Jika jawabnya ya maka tanpa kita sadari kita telah mendukung apa yang mereka perjuangkan. Berbeda pilihan itu biasa. Tapi kita jangan bodoh. Jika kita tidak kenal dengan Parpol yang kita pilih boleh jadi tanpa sadari kita telah memilih parpol yang pernah ikut membela penista agama.

Memilih Parpol yang getol menyuarakan Islam Nusantara. Memilih Parpol pendukung LGBT. Jika mereka menguasai Indonesia maka mereka bisa sahkan sesuatu yang haram hukumnya di agama menjadi legal lewat mekanisme politik.

Maka masihkah kita berfikir asal memilih partai saja tanpa perhitungan? Hanya karena melihat calonnya sedarah dengan kita, dia tetangga kita, orangnya baik, bla..bla..bla..

Kita terlena dan tak lihat lagi partai apa pengusungnya?

Lihat dulu partainya boi..baru lihat calonnya. Baik pun calonnya kalau dari partai ‘kleru’ (baca: keliru bukan kalera) maka si baik itu nanti akan kleru juga ujungnya. Sebab si baik itu hanya petugas partai. Itu bahasa halusnya. Bahasa sarkasme nya kacung kowe!

Padahal kita harus ikut bertanggungjawab di hadapan Allah kelak siapapun yang kita pilih? Kata UAS memilih dalam Pemilu merupakan kesaksian kita kepada Allah. Bahwa apakah kita memilih partai dan wakil yang dapat menolong kebenaran tegak di permukaan bumi atau sebaliknya.

Dan bagi yang tidak berpolitik, atau anti politik, ingat, LGBT bisa disahkan lewat undang-undang. Dan ketika itu sah maka anda yang Golput juga akan menerima akibatnya dunia dan akhirat.

Allah sudah ingatkan dalam Alquran. Mereka punya mata tapi tidak melihat, punya telinga tapi tak mendengar. Sungguh bukan mata mereka yang buta tetapi hati mereka yang di dalam dada..

#Parpol memang bukan agama, tapi terbukti bisa menghinakan agama, ingat itu kawan..!!



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.