GENGKHIS KHAN MENGAJAR KITA...


fb: Eko Satria Gu

Ketika umat Islam diserang tentera Tartar, hampir seluruh wilayah Islam di jajah.

Pertama kali yang dijajah adalah wilayah Khurasan yang bertetangga dengan Mongol.



Pada satu saat di Khurasan, Tartar tidak berdaya lagi untuk menghadapi umat Islam di kota Bukhara. Lalu pemimpinnya Genghis Khan menulis surat kepada umat Islam:

"Sesiapa yang menyerahkan senjatanya dan menyertai tentera kami Tartar, mereka akan selamat. Namun barangsiapa yang enggan, mereka pasti akan menerima penyesalan."

Surat tersebut menyebabkan umat Islam yang sedang terancam itu berpecah kepada dua pihak. Pihak pertama menolak keras tawaran Genghis Khan dengan berkata:

"Seandainya mereka mampu memerangi kita, tidak mungkin mereka menawarkan sedemikian. Ini menandakan peluang kita sangat besar untuk menang. Teruskan perjuangan, pasti kita akan beroleh salah satu antara dua kebaikan; menang ke atas mereka atau syahid penuh kebahagiaan!"

Namun pihak kedua cenderung untuk menerima tawaran tersebut. Mereka berkata:

"Wajarkah kita sengaja menumpahkan darah sendiri, dalam keadaan kita tahu bahawa kita tidak akan mampu menentang mereka? Tidakkah kalian lihat bilangan dan kelengkapan mereka?"

Genghis Khan terus mengambil peluang dari pertentangan kedua kumpulan umat islam ini.
Beliau mengutus surat berikutnya khusus kepada pihak kedua yang sanggup menerima tawaran.

Dalam surat tersebut, Genghiz khan berjanji akan memberi kan tampuk kekuasaan Bukhara kepada pihak tersebut dengan syarat mereka menumpaskan pihak pertama, yakni saudara seaqidah mereka.

Tawaran itu menyebabkan pihak kedua itu buta mata. Terus mereka menyahutnya tanpa rasa bersalah. Mereka sanggup memerangi saudara seaqidah mereka sendiri untuk memenangkan Tartar.

Pertempuran pun berlangsung. Akhirnya ...

tumpaslah saudara mereka yang teguh mempertahan kan prinsip islam dan negara mereka di tangan pihak yang menjual agama dengan imbalan dunia.

Apa yang menyedihkan, pihak yang menerima tawaran Tartar itu tidak dianugerahkan apa yang dijanjikan oleh Genghiz Khan malah senjata mereka dirampas, mereka ditangkap dan diarahkan supaya disembelih semuanya.

Genghis Khan mengungkap satu kata-kata yang sangat masyhur:

"Kalaulah mereka [pengkhianat bangsa] itu dapat dipercayai mustahil mereka sanggup memerangi saudara mereka sendiri demi kita. Padahal kita adalah orang asing bagi mereka.”
Memang banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa ini sebagai pengajaran kepada kita yang hampir menghadapi peristiwa yang sama.

Antara nya ...

Taktik pecah belah dan perintah adalah strategi ampuh kaum kuffar menghadapi Islam zaman berzaman. Ini disebabkan oleh aqidah umat yang lemah sehingga mereka mudah saja termakan janji kaum kuffar dan munafik dalam mencari penyelesaian kehidupan mereka dan akhirnya mereka tertipu.

Imbalan jadi menteri, takhta, harta dan kesenangan menjadikan mereka amat lunak dan mudah percaya dan meninggalkan perjuangan.

Begitu juga, apabila dunia menguasai diri, saudara sendiri pun sanggup dikhianati dan dimusuhi malah agama pun sanggup mereka pertaruhkan

Justeru, mempercayai bulat-bulat kata kata dan janji kuffar dan musuh islam adalah kebodohan yang berlapis lapis yang akan membinasakan diri dan agama.

Islam sebenarnya tidak pernah kalah kerana agama ini adalah kepunyaan Allah namun yang kalah adalah umat yang bodoh yang melakukan penyelewengan terhadap saudara Islam sendiri.
Perlu kita ingat bahwa perkataan musuh itu beracun. Dan racunnya mampu membunuh seluruh umat yang mengharapkan agama ini di daulatkan.

Walaupun pengkhianat ini berjaya namun mereka adalah manusia yang tidak akan pernah bahagia dan nikmat kuasa yang mereka miliki ini hanyalah bersifat sementara sebelum mereka bertemu Allah diatas pengkhianatan mereka.

Kita yang masih dijalan perjuangan ini, tsabatlah! Berpeganglah kepada prinsip. Dan jangan sesekali kita percaya kepada kaum kuffar dan menjalinkan kerjasama untuk menentang sesama saudara Islam.

Ambillah iktibar ...
Jangan kamu bunuh singa di kalanganmu, niscaya kamu akan dimakan oleh anjing di kalangan musuhmu.

Ikhwah,
Belajarlah dari sejarah, maka sejarah akan mengajarkan kita kembali.

Wallahu a'lam...



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.