PA 212 Akan Laporkan Metro TV Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik


Ketua Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Maarif memastikan akan melayangkan laporan ke Polda Metro atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh stasiun televisi berita Metro TV.

Stasiun tersebut mendapat kecaman luas setelah menurunkan video narasi tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pasalnya, Metro TV menyinggung rencana Reuni Akbar 212 dengan menyebut perayaan intoleransi.



Saat ini, Slamet mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan bukti terkait. “Insha Allah nanti bersama beberapa pengacara kita laporkan ke Polda Metro dalam waktu dekat,” ucapnya melalui sambungan telpon kepada Majalahayah.com, Senin (4/12/2017).

Slamet menuturkan laporan akan dilayangkan dalam satu sampai dua hari kedepan. Ia seraya menegaskan bahwa Metro TV dianggap telah mencemarkan nama baik Reuni Akbar 212.

“Itu udah fitnah, pencemaran nama baik itu,” imbuhnya. Video narasi tersebut sendiri diunggah di laman metrotvnews.com pada kanal editorial.

“Celakanya, intoleransi itu dipraktekkan untuk kekuasan politik dengan mengatasnamakan agama. Lebih celaka lagi, mereka berencana berkumpul merayakan intoleransi itu dengan gegap gempita, huh,” demikian perkataan narator di editorial tersebut.

sumber: https://majalahayah.com/pa-212-akan-laporkan-metro-tv-atas-dugaan-pencemaran-nama-baik/

*******************
Akmal Sjafril menulis di akun fbnya ( link: https://m.facebook.com/Akmal.Sjafril/posts/1383052381804515 )

Di peristiwa 212 dulu, seluruh kegiatan berlangsung tertib, walaupun suasananya 'panas'. Namun ada saja media yang menyebutnya 'makar'. Sekarang, acara Reuni 212 yang malah lebih mirip acara keluarga atau piknik, jauh lebih 'santai' ketimbang setahun lalu, tetap saja dibilang 'merayakan intoleransi'.

Dari sini, minimal kita pahami satu hal, yaitu bahwa media massa mainstream memang tak pernah netral. Mereka punya agenda, yang disesuaikan dengan kepentingan pemiliknya. Kita hidup di dunia nyata, namun media mainstream berusaha menciptakan realitanya sendiri.

Seorang Muslim yang bijak harus pula ingat bahwa pesan Al-Qur'an tentang menerima berita ini sebenarnya sudah sangat konkret. "Wahai orang-orang beriman, jika datang kepadamu ORANG FASIQ membawa berita, maka tabayyun-lah" Jadi, yang dicek pertama kali adalah kredibilitas pembawa beritanya. Maka jika ada seseorang, sekelompok orang, atau sebuah media massa, yang sudah terlalu sering bohong, janganlah terlalu naif dalam bersikap. Jika para pembohong berbicara, maka Anda punya hak untuk tidak langsung percaya!



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.