AKSI REUNI-212 YANG RADIKAL DAN INTOLERAN


sumber: fb Agi Betha
(wartawan senior)

Saking radikalnya peserta aksi Reuni212, sampai-sampai bapak2 Polisi 'menyerah'. Kantor Polisi mereka di Gambir yg paling dekat dengan pintu timur Monas, 'dikuasai' oleh mujahid mujahidah. Toilet2 nya dijejali puluhan peserta aksi. Mereka sesak mengular memenuhi halaman yg sempit. Sebagian menunggu sambil duduk2 di bangku yg tersedia, tempat aparat biasa berjaga.



Kemanakah para bapak polisi?

Ternyata sebagian mereka duduk2 di kursi-kursi minimarket yg ada di seberang kantor polisi. Mungkin bapak2 aparat itu sudah beberapa hari kurang tidur. Maklum hari Jumat sebelumnya, Monas dipakai beberapa acara besar. Di selasar mini market itu, mujahid dan polisi sama2 main hape, ngopi, ngobrol, dan leyeh2. Yg membedakan hanya seragamnya, putih dan coklat.

MENGHERANKAN. Saking radikalnya Reuni212, Polisi sampai percaya bahwa tidak ada kerusakan yg harus dicegah. Tak ada teroris yg harus diawasi. Tak ada penyusup yg harus dijagai. Kantor polisi jadi seperti kantor mujahidin.

Sungguh aneh. Kaum putih yg dikata-katai Radikal itu ternyata melahirkan toleransi. Membuahkan saling pengertian. Bahwa kaum putih itu hanya menyatakan kasih. Tidak akan berubah menjadi merah yg gemar mengumbar amarah, atau kaum hitam yg perilakunya kelam.

MASIH ADA MEDIA YANG NGOMONG BAHWA REUNI-212 ADALAH PERNYATAAN INTOLERANSI..?

Lihatlah. Saking damainya perayaan reuni, tidak ada kantor2 vital yg harus dijagai. Jangankan gedung2 kementrian yg sepi penjagaan, stasiun kereta api seperti Gondangdia pun hanya dijaga segelintir security.

Tak ada kekawatiran bahwa akan ada pagar yg dirobohkan. Tidak terjadi perebutan nasi bungkus. Tidak ada muka2 sangar yg bengis saling mengatai temannya cuma demi makanan. Tidak dijumpai Korlap yg berteriak2 liar dari atas mobil komando, karena melihat mulut2 kelaparan berbaju kotak yg saling memaki.

MONAS HINGGA SIANG HARI. Ribuan bungkus roti, minuman, dan buah2 an terus mencari tuannya yg mau memakan mereka. Puluhan mobil bak terbuka silih berganti datang. Disopiri oleh para penderma, yg seringkali dari wajahnya tidak terlihat kekayaan. Karena batiniah mereka yg berbicara. Sakral dan mensucikan.

MULUT MEDIA. Dari Reuni-212, satu2 nya yg harus diawasi ternyata hanyalah mulut media. Orang2 yg memiliki agenda dan kini menguasai media, berharap Monas dihantam badai dan hujan.

Ketika tetnyata Allah mengirim kesejukan, mereka pun berharap akan ada Chaos.
Ketika ternyata doa2 damai dan pujian yg dipanjatkan, mereka pun lalu hilang akal.

Tak mungkin akan ada kedamaian selama masih ada Islam. Itu doktrin yg ditanamkan di kalangan mereka. Padahal perang itu justru ada di hati mereka sendiri. Perang karena perebutan nafsu, jabatan, dan kekayaan.

Mereka marah dan terusik jika Rakyat kompak bersama Tuhan.

link: https://m.facebook.com/agibetha.isnaeny/posts/1476244072494166



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.