Rohingnya yang Telah Membalut Hati


Sumber: fb Azhari Dipo Kusumo

Borobudur 7 September 2017. Sholat Maghrib di Masjid An Nuur. Ada 5 shof jama’ah, 3 shof dari padanya para Polisi yang siap berjaga esok hari. Barikade mulai di pasang di beberapa titik. Suasana mulai hening, mereka waspada.

Mereka berdo’a, entah untuk siapa namun Imam sepuh di akhir sholat dengan nada bergetar berdo’a untuk Rohingnya. Usianya 70 tahun, dia menangis. Polisi yang bermakmum sangat mungkin tidak mengerti maksudnya, tetap mengaminkan !



Umat Islam sejak 1 hari sebelumnya sudah mulai merayapi jalan jalan secara perorangan maupun berkelompok dengan 1 tujuan : Bela Rohingnya di altar simbol dunia, Borobudur ! 

Tempat yang tidak pernah diusik Umat Islam sejak dulu. Umat berdatangan bukan untuk menghancurkan namun memberi pesan kepada dunia bahwa dalam amarah tetap punya adab punya etika punya akhlak. 

Sayangnya aparat selalu memandang curiga namun tidak pernah melakukan hal yang sama terhadap komunis dan Syi’ah yang terbukti secara sah dan meyakinkan lengannya berlumuran darah kaum muslimin.

Kenapa kalian menghadang orang orang yang justru menjalankan “Kemanusiaan yang adil dan beradab” ?

Kenapa kalian menghalangi mereka yang mengulurkan tangan membelai luka yang mematikan ?

Sekali lagi mereka tatag dan tangguh. Mereka lintasi sungai kering, jembatan bambu bahkan jalan jalan kampung yang sempit saat kalian menutup jalan jalan utama di kota kota. Bagai air yang terus mengalir, kau bendung mereka meluap dan selalu mencari jalan keluar.

Jangan pernah mencoba menghalangi mereka yang tidak pernah menyerah ! Jangan pernah mengancam mereka yang dibesarkan di tengah badai. Kesulitan dan derita adalah sahabatnya.

Mereka, Umat Islam tidak peduli seberapapun besar kekuatan yang dikerahkan untuk menghadang, karena mereka percaya kalian akan dikalahkan Allah. Tapi tenanglah ! Saat mereka menang nanti kalian tidak akan dizalimi. Akan kalian temukan kesantunan mengesankan yang dirindukan penghuni bumi. Mereka rebahkan kemarahan bagai air yang terserap cepat di pasir gurun. Itu ajaran Islam yang justru kalian takuti.

Sekarang lihatlah !8 September akan berakhir Stupa Borobudur masih tetap di tempatnya, mereka tidak mengusiknya sama sekali, karena mereka tahu Allah punya rencana yang sarat hikmah.

Yang dipaksa kembali, yang berjuang untuk tetap berangkat masing masing ada pahalanya.

Setidaknya inilah cara mereka menyiapkan jawaban saat Allah menanyakan tentang saudara mereka, Rohingnya.

Ma’afkan kami, Rohingnya !



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.