KELAKUAN CCA( CEBONGER CYBER ARMY ) TERKAIT ROHINGYA
Diposting oleh
komea miehet
|
Sumber: fb Muhammad Maksum
Ketika dunia sedang sedih oleh berita-berita viral pembantain muslim rohingya oleh bhiksu budha dan tentara Myanmar CCA ( Cebonger Cyber Army) sibuk dan fokus membahas berita hoax yang terselip dari sekian banyak fakta-fakta pembantaian itu.
Seolah dengan beberapa photo dan video hoax itu mereka hendak mengatakan Hai Dunia kejadian di Rohingya itu hanya hoax jadi jangan teruskan anda bicara soal Rohingya !
Sungguh mengherankan kelakuan CCA ini entah apa yang ada di benak mereka, Sekjen PBB, Paus Fransiskus, Presiden Erdogan, PM Malaysia, Pemimpin Checnya mereka anggap Hoax semua.
Dunia tersentak oleh kebiadapan paling keji yang tak terbayangkan terjadi pada peradaban ini, pemimpin-penimpin dunia sibuk menyerukan tindakan segera, ummat muslim di seluruh dunia sibuk mengumpulan dana untuk membantu mereka yang terusir dan terlunta dan tersisa dari pembantian itu CCA malah sibuk membahas gambar dan video hoax, hati nurani dan rasa kemanusiaanya telah matikah?
Apa sesungguhnya berita hoax yang CCA ributkan itu, saya mengamati dari sekian banyak fakta pembantaian, penyembelihan dan penyiksaan memang ada beberapa terselip gambar yg tidak pada konteks misalnya sky burial ( tradisi memotong2 mayat utk di jadikan makan burung), photo2 korban kerusuhan di Afrika dll memang terselip dan tersebar dengan tagline dan title pembantaian muslim Rohingya hal itu memang sangat mungkin terjadi karena ketidak telitian para netizen men-share berita.
Namun otak waras kita tentu tidak akan mengatakan bahwa kejadian di Rohingya adalah hoax hanya karena terselipnya beberapa gambar dan berita yang salah konteks tersebut itupun barangkali adalah kerjaan CCA sendiri yang dengan sengaja menyebarkan berita dengan title yang salah konteks tersabut setelah tersebar dan menjadi viral lalu sibuklah CCA membahasnya seolah olah semua gambar, video dan berita-berita menyedihkan tentang Pembantaian Muslim Rohingya adalah hoax ( semacam play victim )
Mengherankan memang mengapa CCA tidak terusik nurani dan rasa kemanusiaannya melihat kebiadapan yang sangat itu, nampaknya simple saja jawabnya, sebab Muslim Cyber Army ( MCA) sebuah gerakan cyber tanpa bentuk tanpa organisasi tanpa pemimpin dan tanpa ketua yang selama ini menjadi lawan CCA telah mengambil isu keprihatian seruan kemanusiaan, penggalangan dan upaya kemanusiaan lain sebagaimana suara pemimpin dunia yang prihatin pada kejadian di Rohingya.
MCA berhasil menggalang dana, berhasil memviralkan gerakan aksi damai keprihatinan dan penggalangan dana dari beebagai penjuru dunia, seperti biasa kalaU MCA mengambil sebuah sikap maka CCA akan melawan dengan mengambil sikap berseberangan, dan mereka bahaslah secuil fakta hoax salah kontek tersebut seolah olah seluruh kejadian di Rohingya adalah hoax.
Dan semakin jelaslah ket*l*lan CCA ketika mereka menuduh Aksi keprihatinan pada Rohingya sebagai sebuah gerakan menggoreng isu menyerang Jokowi, padahal pemimpin dunia seperti Erdogan, PM Malaysia juga menyeru dan bertanya kemanakah presiden dari sebuah negeri dengan penduduk muslim terbesar dunia yang bertetangga dekat dengan Rohinyab bersikap, kok diam membeku !
MCA pun ikut mempertanyakan sikap Jokowi yang lambat dan tidak segera mengambil prakarsa kemanusiaan hanya pernyataan keprihatinan, rencana mengirim mentri Luar negeri bahkan klaim palsu tentang pembangunan sekolah yang di dirikan olek PKPU lebih aneh lagi.
Lebih aneh lagi tuduhan menggoreng isu Rohingya untuk menyerang Jokowi justru di suarakan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.