Memilih Bersama Siapa?


sumber: fb yai Abrar Rifai

Sungguh akan datang setelahku, satu rezim yang berperangai zhalim dan suka berbohong. Siapa saja yang mempercayai kebohongannya dan menyokong kezhalimannya, maka ia bukanlah bagian dariku dan aku bukan bagian darinya. Sebaliknya, orang yang tidak mempercayai kebohongan rezim tersebut dan tidak berpihak pada kezhalimannya, ia adalah bagian dariku dan aku bagian darinya.



ﺃﻻ ﺇﻧﻬﺎ ﺳﺘﻜﻮﻥ ﺑﻌﺪﻱ ﺃﻣﺮﺍﺀ ﻳﻈﻠﻤﻮﻥ ﻭﻳﻜﺬﺑﻮﻥ ﻓﻤﻦ ﺻﺪﻗﻬﻢ ﺑﻜﺬﺑﻬﻢ ﻭﻣﺎﻷﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﻇﻠﻤﻬﻢ ﻓﻠﻴﺲ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﺃﻧﺎ ﻣﻨﻪ، ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺼﺪﻗﻬﻢ ﺑﻜﺬﺑﻬﻢ ﻭﻟﻢ ﻳﻤﺎﻟﺌﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﻇﻠﻤﻬﻢ ﻓﻬﻮ ﻣﻨﻲ ﻭﺃﻧﺎ ﻣﻨﻪ .

Hadis di atas diriwayatkan Imam Ahmad, terdapat di Kitab at-Targhib wa at-Tarhib. Jarang-jarang juga sih saya mengutip hadis untuk urusan politik. Tapi sesekali bolehlah. Apalagi sepertinya ini pas untuk keadaan sekarang. Dimana kejujuran dan keadilan pemerintah adalah dambaan semua rakyat.

Silakan bersaksi untuk rezim ini. Tiada apapun perilaku dari rezim ini, melainkan semuanya akan segera diketahui publik. Tinggal kita sebagai bagian dari publik memberikan penilaian, rezim sedang berkata benar atau bohong. Rezim ini sedang berlaku adil ataukah zhalim.

Masing-masing kita punya kaca mata. Setiap kita berdiri pada sudut pandang masing-masing. Termasuk bersama siapa kita sedang berdiri dan memandang. Subyektif dan obyektif, nurani tetap akan menjadi wasit antara keduanya. Maka, semoga nurani kita tetap berada dalam kebeningan.

Baiklah, dengan fenomena yang ada, kita tidak akan berdebat apakah Presiden Jokowi suka berbohong atau tidak. Kita juga tidak akan beraitegang, apakah pemerintahan Jokowi sedang berbuat zhalim pada (sebagian) rakyatnya atau tidak Sekali lagi kita sudah punya pandangan masing-masing.

Tapi yang pasti, air laut tetaplah asin walau sebagian kita menyebutnya tawar. Sebagaimana daun pisang, tetaplah hijau, walau sebagian kita menyebutnya biru.

Yang harus kita cermati, ketika kita memang mendapati kezhaliman dan kebohongan pada suatu rezim, apakah kita menjadi pembangkang atau penyokong. Sebab kebersamaan bersama rezim itu tidaklah lama. Maksimal dua periode atau mungkin sepanjang kehidupan kita saja. Tapi kebersamaan dengan Rasulullah Muhammad SAW itu yang abadi. Insya Allah!



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.