Menimbang Mana yang Benar dan Mana yang Salah
Diposting oleh
komea miehet
|
oleh: ust. Zulfi Akmal
Kita dibekali oleh Allah dengan akal untuk menimbang mana yang benar dan mana yang salah pada setiap peristiwa yang terjadi di hadapan dan di sekeliling kita.
Allah perlihatkan kepada kita tanda-tanda kebenaran dan tanda-tanda kebatilan. Silahkan timbang dengan akal.
Allah tidak paksa kita mengakui dan mengikuti kebenaran yang sebenarnya. Kita juga tidak akan disalahkan waktu di dunia ini bila salah pilih dan salah memandang.
Semuanya baru akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Di hari penyesalan tak berguna lagi.
Maka silahkan saja pilih sesuka kita, asal jangan lupa di sana akan ada perhitungan yang sangat detil. Dan yakinkan diri bahwa tidak akan menyesal di hari itu atas pilihan-pilihan kita.
Setelah jelas bukti-bukti kebenaran dan tanda-tanda kebatilan, namun akal kita belum juga mampu menangkap maka tiada uzur lagi bagi diri.
Allah berfirman:
Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Al Mulk: 10)
Yakin itu benar...? Silahkan pilih!
Ternyata salah pilih? Tanggung resiko! Jangan cela kecuali dirimu sendiri.
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.