YANG MEREKA MAU
Diposting oleh
komea miehet
|
sumber: fb ust. Satria Hadi Lubis
Andaikan kaum Muslim ikut jebakan pemikiran mereka, penyesatan mereka, maka jauhlah kita dari Islam, dan itulah yang iblis tugaskan pada mereka, jauhkan kaum Muslim dari Islam.
Kalimat tauhid dianggap sebagai simbol HTI, dan HTI radikal merusak negeri, maka tiap-tiap Muslim akan takut dengan syahadatnya sendiri, khawatir disamakan ISIS teroris.
Maka tak ada lagi seniman yang berani menggores kalimah thayyibah ini, kaum Muslim asing dengan sesuatu yang paling penting, kalimat dimana dia hidup, mati dan bangkit dengannya.
Andaikan memilih pemimpin berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah intoleran, maka pelan-pelan Islam hanya tinggal shalat saja, sedang dalam hal lain mereka dijajah.
Persis seperti zaman Belanda, Islam shalat silakan, Islam puasa silakan, tapi bila Islam sudah mulai mengkritik kedzaliman dan penjajahan, maka mereka dilabeli intoleran radikal.
Kata "kafir" tak lagi boleh disuarakan, dianggap menyinggung kaum minoritas dan artinya sekali lagi anda tak toleran, maka surah Al-Kafirun dihimbau tak dibaca, kecuali saat sendiri saja.
Jihad itu pangkal ajaran kebencian, maka Al-Qur'an harus direvisi, kata "jihad" tak boleh diartikan perang, adapun Nabi Muhammad, dicontoh hanya pada bab yang mereka mau saja.
Lalu adzan tak boleh dikumandang, menurut mereka lagi-lagi intoleran, mana boleh menganggap Tuhan itu hanya Allah, lha mau dikemanakan tuhan-tuhan lain yang banyak?
Ulama-ulama harus disertifikasi penguasa yang tak punya ilmu, maka diberilah gelar ulama negara, mereka yang bukan berilmu tapi hanya mau menuruti penguasa pongah.
Radikalisme adalah apa yang berbahaya bagi rezim, intoleransi adalah apa yang mengancam kekuasaan mereka, itu definisi yang sekarang dikembangkan.
Sekarang anda tahu, bila kita ikut narasi mereka, akan kemana Muslim dan Islam? Sebab mereka tak punya cara lain selain menuduh, menuding, menstigmatisasi, kriminalisasi.
Andai kita ikut narasi ini, kita tak hanya kehilangan kebebasan, tak hanya kehilangan harta benda, tapi yang paling utama, kita kehilangan akidah Islam, yang terpenting bagi kita.
Maka teruslah berdakwah, narasi kita sudah ada di dalam Al-Qur'an. Dan akhirnya adalah kemenangan.
“Sungguh akan kalian dapati orang² yang paling keras permusuhannya terhadap orang² yang beriman adalah orang² Yahudi dan orang² yang mempersekutukan Allah (musyrik).” (QS.5 al-Maa’idah:82).
“Dan mereka senantiasa memerangi kalian agar kalian mau murtad dari agama kalian kalau saja mereka mampu melakukannya. Barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah orang yang terhapus amal-amal mereka di dunia dan di akhirat. Dan mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. al-Baqarah:217).
link: https://m.facebook.com/satriahadi.lubis.3/posts/1999111817042804
*******************
inilah propaganda yg tlah lama dilancarkan, bener² trasa saat ini:
terkait upaya deradikalisasi, Akmal Sjafril di akun fbnya, menulis ( link: https://m.facebook.com/Akmal.Sjafril/posts/1380133642096389 )
Seruan deradikalisasi muncul di mana-mana, konon untuk melindungi NKRI dari kaum Wahabi yang ciri-cirinya adalah 'keras dan suka membid'ahkan'. Deradikalisasi ini kemudian makan korban dari pihak rohis, LDK, ormas Islam dan parpol Islam, semata karena cap Wahabi. Sementara itu, kelompok-kelompok yang sesungguhnya keras dan suka membid'ahkan justru aman-aman saja dan tak pernah ditindak. Dari fakta-fakta ini, semestinya, kita bisa langsung memahami bahwa semuanya adalah rekayasa.
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.
