TAJAM! NSEAS: Elektabilitas Terjun Bebas, Jokowi Sulit Menangkan Pilpres 2019
Diposting oleh
komea miehet
|
Peluang Jokowi menang pilpres 2019 sangat kecil karena elektabilitas Jokowi terjun bebas, demikian disampaikan pengamat politik Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap.
"Yang jelas, dari pengalaman pemilihan langsung di Indonesia, incumbent bisa menang lagi, kalau elektabilitas terakhir di atas 60 persen. Tapi, ini, kan enggak" katanya di Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.
Padahal, ungkapnya, elektabilitas Jokowi sekitar 54 persen pada tiga tahun lalu. Setahun berselang, menjadi sekitar 50 persen dan turun di bawah 40 persen. Sekarang, sesuai versi Lembaga Survei Orkestra (Organisasi Kesejahteraan Rakyat), hanya 24,38 persen.
Dengan angka sekecil itu, menurut Muchtar, peluang Jokowi maju sebagai kandidat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dipastikan "bubar jalan".
"Jika elektabilitas Jokowi tidak berubah dan tidak bisa di atas 60 persen menjelang Pilpres 2019, dipastikan akan gagal," yakinnya.
Di sisi lain, Muchtar heran dengan tren penurunan elektabilitas Jokowi tersebut. Sebab, Jokowi mengantongi dukungan dari tujuh partai politik.
"Mengapa elektabilitas Jokowi tetap terjun bebas, padahal sudah didukung parpol, seperti Golkar, PPP, Hanura, NasDem, dan lain-lain? Aneh memang," tandas Muchtar.
sumber: http://www.portal-islam.id/2017/12/tajam-nseas-elektabilitas-terjun-bebas.html
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.
