Subhanallah... Sudah Rela Datang Dengan Biaya Sendiri, Peserta Reuni Akbar 212 Masih Galang Dana Untuk Korban Bencana


Berbagai tudingan miring dialamatkan kaum pesimis kepada Reuni Akbar 212.

Mulai tudingan sebagai aksi politis, aksi bayaran, aksi arogansi unjuk diri kelompok Islam radikal, dan lain-lain. Namun tak satupun tudingan itu terbukti.

Setelah reuni akbar, masih juga ada suara sumbang yang menyebut acara ini tak toleran pada saudara yang swdang mengalami musibah banjir, tanah longsor dan gunung meletus.



Hehehe... Aya aya wae... Alias ada-ada saja.

Kaum muslimin tak perlu diajari toleransi dan kepedulian. Buktinya, tanpa banyak bicara, massa reuni 212 mengumpulkan sumbangan bagi korban bencana alam.

Beberapa laskar FPI dengan seragam putih bersih mereka bersiaga di beberapa titik keluar Monas. Massa antusias memberikan uang mereka.

Tak sedikit massa yang merangsek ke tempat pengumpulan dana tersebut. Sengaja untuk memberikan uang mereka.

"Buat umat," kata seorang pria sambil berlalu.

Reuni 212 yang digelar di Monas ini berlangsung sejak Subuh dan selesai siang ini. Massa datang dari berbagai daerah. Beberapa ulama dan tokoh politik juga datang ke reuni 212.

Berikut link video aksi penggalangan dana bagi korban bencana tersebut: https://twitter.com/_/status/936840893444775936

sumber: http://www.portal-islam.id/2017/12/subhanallah-sudah-rela-datang-dengan.html



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.