Salamuddin Daeng: Isu Defisit BPJS adalah Hoax agar Peserta BPJS Bayar Premi Lebih Besar
Diposting oleh
komea miehet
|
Beberapa waktu lalu santer isu defisitnya dana BPJS sehingga masyarakat diminta untuk mengurangi beban BPJS. Hal ini mendapat tanggapan dari pengamat, Salamuddin Daeng, “Hoax terbesar zaman Now adalah pernyataan bahwa BPJS defisit. BPJS adalah pemakan dana premi yang dibayar oleh rakyat tanpa audit yang memadai.”
Meurutnya dana BPJS sangat mudah dimanipulasi oleh beberapa pihak terkait, “Dana BPJS begitu gampang melayang akibat markup harga obat, tarif macam macam dari rumah sakit yang hanya dimengerti oleh pemilik rumah sakit, pedagang obat dan para dokter.”
“Mengapa dikatakan bahwa defisit dana BPJS adalah hoax yang besar, karena faktanya Dana BPJS Taspen dialokasikan untuk infrastruktur. Dana BPJS Jamsostek juga akan dialokasikan untuk infrastruktue. Lah…defisitnya dimana?”, Ungkapnya.
Menurut Salamuddin Daeng, isu defisitnya BPJS bertujuan agar peserta BPJS membayar premi lebih besar, bahkan dana tersebut berpotensi besar digunakan untuk ambisi megaproyek infrastruktur pemerintah.
“Hoax ini hanya punya tujuan satu yakni bagaimana peserta BPJS membayar premi lebih besar. Sehingga nantinya dana mereka bisa dilahap pemerintah untuk mencapai ambisi mega proyek bancakan infrastruktur”, Pungkas Salamuddin.
sumber: http://laskarpelangi.com/blog/salamuddin-daeng-isu-defisit-bpjs-adalah-hoax-agar-peserta-bpjs-bayar-premi-lebih-besar/
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.