Pesan Tersembunyi di Balik Jilbab Bergambar Bayi Tanpa Busana
Diposting oleh
komea miehet
|
Ada kehebohan yang terjadi soal kerudung. Pasalnya ditemukan kerudung yang dipakai muslimah untuk menutupi kepala dan leher sampai dada bermotif bunga bercampur dengan gambar sosok bayi tanpa busana. Gambar tersebut biasa disebut cupid.
Adalah warga Balikpapan, Kalimantan Timur yang menemukan hal yang janggal di jilbab yang kini beredar di pasaran.
Seorang seniman lukis dan sketser asal Balikpapan, Cadio Tarompo mengatakan, motif bidadari berwujud bayi tanpa busana itu memang sangat kontras dan seolah dipaksakan.
"Jika saya lihat gambar kontras antara bunga dan gambar dengan gaya Renaisans. Seperti dipaksakan untuk berdampingan," kata Cadio seperti yang dilansir Balipapan Pos akhir pekan lalu.
Jenis gambar seperti pada motif jilbab ini, kata dia, belum pernah ia temukan. Ada kemungkinan motif yang kurang senonoh di balik gambar tersebut seolah-olah dipaksakan dan dibiasakan.
Gambar tersebut adalah gambar dekorasi yang merupakan hiasan biasanya memang ditemukan pada gorden, seprai, atau hiasan pakaian. Namun untuk jilbab, motif sangat dipaksakan.
"Malah seperti motif pada agama tertentu. Biasanya di kaca, lukisan," imbuhnya
sumber: http://news.bersamadakwah.net/2017/11/pesan-tersembunyi-di-balik-jilbab.html
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.
