Penjara Mesir untuk Mahasiswa Indonesia


Assalamu'alaikum wr.wb..

(Mahasiswa Mesir di zholimi)

Pagi itu,sekitar jam 04.00 clt.
Rumah kami di datangi tamu yang tidak di undang.

Di subuh itu ada yang mengedor ngedor pintu, layaknya seperti perampok, salah satu dari kawan kami terbangun dan dia langsung berdiri dan membangunkan kawan yang lainnya. Setelah semuanya terbangun kami semuanya berdiri di depan pintu dan ingin menyambut kedatangannya, kalau itu haromi kami sudah siap untuk itu, tapi dugaann kami salahh.. itu bukan haromi tapi hukuumah (polisi) dengan atribut yang lengkap bersenjata berbadan tinggi dan besar, hukumah yg datang lebih kurang 10 orang.



Kemudian dia masuk ke rumah dan memeriksanya dan mereka pun meminta paspor kami dan Hp kami. Kemudian dia menyuruh kami untuk memakai sepatu, salah satu dari teman bertanya, kami mau di bawa kemana?? Ikut saja kami,.

Kami dibawa turun dan langsung masuk mobil tremco sambil mata kami di tutup.

Setibanya kami di kantor polisi tepatnya di markaz asykari kami diturunkan dari mobil sambil mata ini tertutup oleh kain kemudian kami di masukkan ke ruangan, ruangan itu adalah tempat asrama militer, setelah 2 jam disana kami di bolehkan untuk membuka mata kami, Dari pagi menunggu sampai jam 4 sore barulah kami di tanyai.

Dari jam 4 sore sampai jam 11 malam kami berdiri dan sesakali duduk di luar dalam kedinginan dan dari pagi sampai malam kami tidak dikasih makan.

Ada salah seorang teman kami ketika kami duduk teman ini memanjangkan kaki dia ke depan dan langsung polisi itu menendang kakinya, dan kawan ini membuka matanya dari balutan kain tadi, dan datang seorang polisi memukul kepala teman tadi. Tanpa kami ada salah.

Kemudian kami antri untuk menunggu ditanyai oleh polisi tersebut.

Saya masuk ke ruangan dan dia menanyakan siapa nama, apa yang kamu lakukan di mesir, dimana paspor kamu?

Saya menjawab, nama saya ini, saya pelajar al azhar, paspor saya lagi pengurusan visa tepatnya di viktif. Lalu polisi ini bilangkamu bohong, saya menjawab wallahi paspor saya lagi dalam pengurusan. Setelah dia bertanya dia membawa kami ke suatu tempat dan tetap dalam keadaan bediri dan dingin tak ada makanan. Lama menunggu, kedua teman kami dibebaskan karna ada paspor dan iqomah. Kemudian kami dibawa ke asrama tadi, sampainya di sana kami yang sangat lapar, tiba2 datang seorang yg di tangkap juga membelikan kami makanan. Dalam hati Alhamdulillah bapak ini baik sekali dia tau kalau kami tidak bawak uwang.

3 hari kami di asrama,kemudian kami di pindahkan ke dalam sel tahanan yg berukuran 2 kali 1 tepatnya sebesar kuburan, sel yg penuh dengan asap rokok, kecoak. Dan sel yg 2 kali 1 tadi diisi 4 orang, satunya lagi orang ukraina.

Disitulah tempat kami makan, tidur dan buang air kecil. Bayangkan bagaimana mau tidur jika ukuran selnya 2 kali 1 dan jumlahnya 4 orang??

Tak terpikirkan oleh kami, untuk tidur dan kami berharap supaya KBRI mengeluarkan kami dari sini secepatnya, keesokan harinya tepat hari ke 4 kami di tangkap, barulah kami di bolehkan untuk nelpon kerabat terdekat dimesir, saya langsung menelpon bang ardi sekjen PPMI. Setelah nelpon, malamnya dia datang membawa makanan dan paspor kami, lalu bg ardi memberikan paspor kami ke polisi.

kami brrharap waktu itu langsung bisa keluar dari sel tersebut karna kami tidak tahan lagi dizolimi di dalam sel, sel nya bukan sel imigrasi tapi melainkan sel tahanan penjahat..

Tak lama kemudian bg ardi memanggil kami dan dia bilang, kalau tak bisa sekarang abang akan ajak Kbri besok datang, bersabar ya..

Dengan hati yang sangat penuh isak tangis menjawab, oke bang.

Esoknya Kbri datang tepatnya itu hari keenam kami ditahan, utusan kbri dan presiden ppmi datang dengan membawa selimut dan makanan, didlam hati berkata "bukan ini yg kami mau, tapi kami mau bebas itu saja yang kami mau".

Kami bertemrima kasih kepada kbri dan ppmi yg telah membawakan selimut untuk kami, yg hari sebelumnya kami tidak punya apa2 melainkan baju yg pertama kali kami pakai dari rumah.

Kalau sudah dikasih selimut itu pastinya kita memerlukan waktu yang panjang untuk bebas.

Esok paginya kami dipanggil polisi dan menanyakan kuliah dimana, supaya nanti di cek di kuliahnya. Dan kami pun di bawak ke jawazat tahrir, dengan tangan di borgol layaknya penjahat besar.

Sampai dijawazat saya mengeluarkan kerneh saya untuk menandakan saya pelajar al azhar. Tapi dia tidak peduli, dan dia menanyakan paspor lagi, saya bilang paspor saya di viktif lagi pengurusan. Dia tidak peduli.

Lalu kami kembali lagi ke tahanan di qism tsani hay sadis dengan tangan di borgol. Kami kembali masuk sel,kami belum makan, kemudian sipir penjara memberikan kami roti isy yg didalamnya ada kecoak, ya allah.. Terpaksa kami memakannya karna kami sangat lapar.

Jangan harap untuk 2 kali sehari ke wc atau ingin berlama2 di wc untuk membuang hajat, cukup waktu satu menit untuk membuang semua nya.Nauzubillah..

Esok malamnya tepatnya hari ke delapan di penjara, kami didatangi tamu yaitu ketua KSMR dan jajarannya, dia bilang kalau dua orang dari kami itu di pulangkan..

Kami bahagia dan bercampur sedih, karna satu teman kami masih di sel, dengan alasan dia masih punya iqomah, jadi teman satunya lagi berkata, saya lagi pengurusan visa dan itu memerlukan waktu, kenapa saya di pulangkan juga? Apakah kbri tidak bisa menjelaskan itu? Apakah tidak ada pembelaan dari KBRI? Kalau begitu, semua orang yg paspornya nya di viktif dapat di deportasi??

Tapi didalam hati yg dalam saya bersyukur karna saya sudah bebas dari kezoliman. Tentunya saya juga sedih kalau satu teman saya masih di sel.

Hari itu pas hari ke sembilan di penjara dan kami di pulangkan ke Indonesia, jam 1 siang kami di bawa pakai mobil tahanan dengan tangan masih di borgol menuju bandara, sesampai di bandara kami di masukkan ke dalam penjara imigrasi yang tempatnya bagus tidak seperti penjara sebelumnya, sebelum kami pulang atau take off polisi yg membawa kami tadi memeriksa barang2 kami dan juga dompet saya, yang saya tak sangkanya kalau polisi tersebut mengambil uang di dalam dompet saya sebanyak 370 le katanya ini untuk saya, kamu jangan bilang kepada siapapun.apalah daya kami yg ditahan tidak bisa berbuat apa2, kalau misalkan saya laporkan ke polisi lainnya, ujung2 nya kita juga yg kena. Percuma.

Setelah mnunggu 7 jam di dalam penjara imigrasi, saya ingin berjumpa dengan kawan2 saya diluar, tapi tidak dibolehkan juga.

Lalu kami di bawa ke boarding pass, disitulah kami berdua di bebas kan.

Tolong bebaskan saudara kami yang masih di dalam penjara..

Toloongg!! Karna kami tau didalam penjara itu satu hari sama dengan satu bulan.

Dan teman yg berada di dlam sel bilang, kalau dia mau dideportsikan saja tanpa banyak pengurusan.

Kami ini korban kebijakam hukum yang tidak masuk akal

Kami ini korban lemahnya kbri.

Kami dimesir tujuan nya hanya satu *BELAJAR*

Hati-Hati teman masisir semuanya!!

Ttd.korban

link: https://m.facebook.com/aufainternational/posts/1739818666052370



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.