Pemimpin Hamas Umumkan "INTIFADHA BEBASKAN AL-QUDS" Mulai Jum'at. Sejumlah Ormas Islam dan NGO di Indonesia Gelar Aksi Unjuk Rasa
Diposting oleh
komea miehet
|
Pemimpin HAMAS Ismail Haneya menegaskan, keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendeklarasikan al-Quds (Yerusalem) sebagai Ibu Kota Zionis Israel artinya fase politik telah berakhir dan mulai fase baru. Haniyah menegaskan bangsa Palestina akan mengobarkan perlawanan Intifadah menghadapi keputusan ini.
Dalam pidato merespon deklarasi Amerika, Kamis (7/12/2017), Haniyah mengatakan, bangsa Palestina mampu berjuang menghadapi penjajah. Kami akan menghadapi perimbangan baru, dan fase perjuangan berbeda pasca putusan Trump ini.
Berikut pidato Ismail Haniya (video di bawah):
"Mulai besok, Jum'at tanggal 8-12-2017 akan menjadi hari kemarahan dan mulainya intifadhah yang disebut Intifadhah Kebebasan AlQuds dan Tepi Barat."
"Sebagaimana kita berhasil membebaskan Gaza maka kita akan mampu, setelah bertawakkal kepada Allah kita akan mampu membebaskan AlQuds dan Tepi Barat dengan sokongan umat, dengan perlawanan dan aksi rakyat."
"Maka keluarlah rakyat kita, maka keluarlah umat kita, maka keluarlah para pejuang kebebasan di seluruh dunia besok hari Jumat sebagai hari kemarahan juga hari pembaharuan komitmen terhadap Al-Quds dan Al-Aqsha juga hari penguatan bahwa Al-Quds adalah milik kita, tanah (Palestina) dan semuanya adalah milik kita. Allah dengan kekuatanNya bersama kita."
"Sebagaimana dulu tanggal 8-12-1987 adalah awal mulainya intifadhah pertama dengan batu maka besok tanggal 8-12-2017 juga awal kembalinya intifadhah rakyat Palestina menghadpai penjajahan ini."
"Sesungguhnya kita percaya akan kemenangan, kita percaya akan kembali dan kita percaya akan berhasil membebaskan AlQuds dan bumi kita Palestina."
"Kita tidak sedang dalam kondisi lemah, mereka yang menyerah terhadap penjajah dan Amerika yang mungkin sedang lemah. Adapun kita pada perkembangan terbaru tetap teguh di dalam satu perahu. Saat ini waktunya bagi kita yang di dalam perahu ini untuk semakin kuat, bersatu dan saling bahu membahu, tidak ada waktu untuk saling bercerai-berai."
videonya bisa diliat di link ini: https://twitter.com/_/status/938789405744963584
link: http://www.portal-islam.id/2017/12/pimpinan-hamas-umumkan-intifadha.html
Di Indonesia sejumlah massa ormas Islam dan NGO pembela Palestina akan menggelar aksi unjuk rasa hari ini, Jum'at (8/12/2017) di Kedubes AS di Jakarta.
Salah satu kelompok massa aksi dikoordinir oleh Al-Aqsa Working Group yang akan menggelar aksi demo di depan Kedubes AS di Jakarta usai sholat Jum'at nanti.
“Massa kami sekitar 500-800. Tapi ada beberapa NGO yang ingin ikut serta ada sekitar 2.000an. Ini di luar massa Nadhlatul Ulama yang ternyata sudah meminta izin demonstrasi terpisah dan mungkin nantinya akan bergabung dengan massa kami. Ini kebersamaan saja karena tujuannya sama. Kami belum berkoordinasi dengan pihak kedutaan tapi besok akan minta mediasi. Semoga ada staf kedutaan yang menerima surat kami,” ungkap Agus Sudarmaji, Koordinator Lapangan Al-Aqsa Working Group, kepada VOA Indonesia kemarin.
Sudarmaji mengatakan demonstrasi yang akan dilakukan seusai sholat Jumat (8/12) ini sedianya berawal di Kedutaan Besar Palestina di Jalan Diponegoro, Menteng, dan dilanjutkan dengan long march ke Kedutaan Besar Amerika di Jalan Medan Merdeka Selatan. Tetapi setelah berkoordinasi dengan aparat keamanan, maka demonstrasi akan dipusatkan di depan Kedutaan Besar Amerika saja dan tidak akan ada long march.
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.
