Inilah Cara Allah SWT "Bongkar" Abu Janda di ILC tvOne
Diposting oleh
komea miehet
|
ILC tvOne tadi malam, Selasa (5/12/2017), membahas topik yang sedang hangat REUNI AKBAR 212.
ILC mengundang nara sumber-nara sumber dari dua kubu yang PRO dan yang KONTRA Reuni 212.
Salah satu narsum yang kontra adalah Abu Janda yang selama ini ngaku-ngaku ustadz, sering pakai seragam NU (Ansor/Banser).
Disinilah rupanya Allah SWT membuat rencana untuk menelanjangi Abu Janda ke publik dan terutama ke kalangan Nahdhiyin.
Abu Janda membantah Hadits Nabi dengan mengatakan Hadits itukan baru ada 200 tahun setelah Nabi wafat, ndak bisa dijadikan pegangan.
Pernyataan Abu Janda ini langsung kena sikat dari tokoh NU yang merupakan mantan Ketua MK Prof. Mahfud MD.
Prof. Mahfud MD dengan tegas mengatakan:
"Wah ini sangat bertentangan pandangan seperti ini (Abu Janda) dengan tradisi NU. Hadits itu sudah diteliti dan kalau itu Hadits Sohih maka kebenarannya nomor satu, meskipun itu sudah 200 tahun."
Abu Janda tidak faham ilmu hadist..
Terbongkar lah KEDOK nya..
Mengaku muslim, NU, tetapi ingkar HADIST.
TAMATLAH riwayatmu.
Sungguh "Makar" Allah lebih hebat dan dahsyat... Allahu Akbar!
Berikut ini link videonya: https://youtu.be/-wKsFp1EqOA
sumber: http://www.portal-islam.id/2017/12/inilah-cara-allah-swt-bongkar-abu-janda.html
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.