Fachriku Hamzah
Diposting oleh
komea miehet
|
sumber: fb ust. Nandang Burhanudin
(1) Perhelatan Reuni 212 usai. Optimisme kembali tergalang: umat Islam harus bangkit atau terus jadi pesakit.
(2) 212 setahun lalu sempat dibuat ragu. Dituduh makar, hingga dianggap tak berakar. Tak dinyana, 212 membinar dan bersinar.
(3) Fachri Hamzah wajar tampil menggelegar. Ia percaya diri, sebab ia pun hadir membackup 212 sedari awal tak pernah gentar.
(4) Bagi antitesa FH. Tentu tidak perlu baperan. Bangsa ini harus bersyukur, masih ada pejabat negara semodel FH.
(5) Lazimnya Hamzah, ia selalu jadi trendsetter. Di posisi ini disebut Hamzah AlQatha', berhenti. Pesannya: terus terang, jangan ada suara ikhfa atau indghom.
(6) Hamzah di kala washol, ia berperan tak nampak di permukaan. Ikhlas tanpa pamrih, walau nasibnya selalu tak terbaca dan tunduk pada huruf lain.
(7) Qamus Ma'ani menyebutnya: ﻷﻧﻬﺎ ﻳﺘﻮﺻﻞ ﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﺑﺎﻟﺤﺮﻑ ﺍﻟﺴﺎﻛﻦ ﺍﻟﻮﺍﻗﻊ ﻓﻲ ﺍﺑﺘﺪﺍﺀ ﺍﻟﻜﻼﻡ
Ia berfungsi menjadi energi penghubung bagi huruf yang cenderung pasif, padahal ia berada di awal kata.
(8) Hamzah berarti juga Shoutun Syadiid. Suara keras, tegas. Maka Hamzah hobinya jahar (terus terang) atau Hams (jelas). Ia tidak suka suara sumir apalagi berdengung.
(9) Ketika berfungsi sebagai huruf istifham (pertanyaan). Hamzah hanya perlu jawaban: Iya (na'am, balaa) atau tidak (laa). Hamzah tak suka muter-muter.
(10) Oleh karena itu, Hamzah saat berbentuk manusia. Ia harus dikendalikan keshalihan. Jika tidak, ia akan berisik menjadi hamazaatis syayaathiin (AlMukminun: 97).
(11) Hamzah selalu menunjukkan cerita kepahlawanan. Paman Nabi, Hamzah telah menunjukkannya. Kini kita merindu Hamzah itu hadir, lalu ia menjadi kebanggaan (Fachri).
(12) Kata tetangga saya, "Manusia model Hamzah harus disayang, jangan dibuang!"
link: https://m.facebook.com/aufainternational/posts/1740431999324370
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.