DUAR! Unggah Berita Lawas dan Tempatkan Foto BJ Habibie Secara SERAMPANGAN, KOMPAS Dilabrak Rachel Maryam
Diposting oleh
komea miehet
|
Beberapa waktu belakangan, akun twitter Kompas online kedapatan memosting ulang berita lawas dan menambahkan narasi yang mengundang pembaca untuk mengklik tautan berita tersebut.
Sayangnya, narasi yang dituliskan terkadang justru lebih mirip provokasi dan penggiringan opini. Apalagi bila ditunjang ilustrasi yang sesuai.
Seperti yang pagi hari ini dicuitkan oleh akun @kompascom
"Saya mengapresiasi Presiden Jokowi. Meski difitnah, diganggu, digoyang sana sini, beliau tetap tegar," demikian narasi akun @kompascom seraya tak lupa menambahkan foto Jokowi bersanding dengan mantan Presiden BJ Habibie.
Sekilas, pembaca, apalagi yang enggan membaca tautan berita -seperti sebagian besar komentator yang merespon cuitan akun Kompas tersebut- akan menyimpulkan bahwa yang menyampaikan pendapat tersebut adalah mantan presiden BJ Habibie.
Hal inilah yang memicu reaksi keras Rachel Maryam, anggota DPR dari Fraksi Gerindra. Wajar Rachel geram, pasalnya, narasi yang dicuitkan @kompascom BUKANLAH pendapat mantan presiden BJ Habibie, namun merupakan pendapat anggota DPR dari Fraksi Nasdem!!
"Hei @kompascom , yg kasih statement anggota DPR Nasdem, kok foto yg di pasang foto Pak Habibie?", tegur Rachel Maryam keras melalui akun twitternya @cumarachel.
Kemarahan Rachel ini ditanggapi serius oleh netizen lain yang segera menegur Pemimpin Redaksi Kompas @beginu.
@hendri_sumenep: "Om @beginu tolong yg seperti ini jangan diabaikan. Ini bukan soal siapa dan dukung siapa. Media seperti kompas harusnya punya etika. Jurnalisme mosok sepengemis itu?"
Seorang netizen lain berpendapat bahwa berita ini tak faktual.
@ucoxmuthahari: "lagipula isi beritanya tidak faktual. "tidak pernah marah"? benar, karena yg selalu marah adalah kalian yg berada di belakangnya!"
sumber: http://www.portal-islam.id/2017/12/duar-unggah-berita-lawas-dan-tempatkan.html
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.
