Waspada!!! Ekonom Faisal Basri: Ada Kepentingan Trader Dibalik Holding Migas, Masyarakat Dirugikan


Ekonom Indonesia, Faisal Basri mengatakan kebijakan holding migas yang mencaplok PT PGN ke dalam PT Pertamina, tidak terlepas dari motif penguasaan perusahaan dan upaya monopoli bisnis gas. Selain itu, holding juga dinilai rentan penyelewengan dan malah merugikan hak atas publik kepada perusahaan.

“PGN jadi anak Perusahaan Pertamina. Anak Perusahaan is not BUMN anymore . Jadi dia tidak boleh lagi dipaksa PSO ( public service obligation ). Bisa dijual tanpa perlu persetujuan DPR,” kata dia di Jakarta, ditulis Selasa (28/11).



Dia mensinyalir holding ini ada kepentingan pihak trader yang selama ini tidak mendapatkan gas dari PGN lantaran PGN menjual secara langsung kepada konsumen.

Berbeda dengan Pertagas yang merupakan anak perusahaan Pertamina, mereka menjual gas kepada trader hingga membuat harga gas end user atau konsumen semakin mahal.

“Selama ini gas PGN itu tidak dijual ke trader, tapi Pertagas ke trader. Dari 70-an trader, hanya 13 yang memiliki infrastruktur, ini yang menyebabkan harga gas menjadi mahal,” tegasnya.

Dirinya pun meminta pemerintahan menghentikan proses hoding karena akan merugikan masyarakat.

sumber: http://www.aktual.com/ada-kepentingan-trader-dibalik-holding-migas/



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.