BERI MEREKA KESEMPATAN, KARENA MEREKA BERPOTENSI
Diposting oleh
komea miehet
|
sumber: fb ust. Satria Hadi Lubis
Seorang anak bersama ibunya melihat truk terjebak di pintu terowongan. Para petugas pemadam kebakaran dan polisi di seputarnya tidak mampu mengeluarkannya dari terowongan, setelah mencoba puluhan cara dan sarana untuk mengatasi masalah pelik tersebut.
Anak kecil ini berkata kepada ibunya: Saya tahu bagaimana cara mengeluarkan truk tersebut dari terowongan.
Sang ibu tidak memedulikannya dan mengatakan: Masuk akalkah semua petugas pemadam kebakaran dan polisi tidak mampu menemukan solusi tetapi kamu bisa!!
Ibu ini tidak mau mendengarkan gagasan anaknya. Tetapi sang anak maju menemui ketua regu pemadam dan berkata kepadanya: Pak, kurangi sebagian angin ban-ban truk itu pasti bisa lewat. Ternyata benar, truk itu bisa lewat dan terselesaikan masalahnya.
Pesan: Betapa banyak bakat dimatikan, kecerdasan dihancurkan, dan pikiran besar diremehkan. Mari kita coba mendengarkan sedikit anak-anak kita untuk menyaksikan berbagai keajaiban.
Diantara metode terbaik dalam pendidikan anak adalah tarbiyah bil qudwah (pendidikan dengan contoh dan teladan). Karena anak lebih mudah menangkap contoh dan teladan ketimbang ucapan dan nasehat.
Agar teladan yang diberikan itu impresif dan diikuti dengan baik oleh anak maka teladan itu harus berada pada tingkatan yang lebih tinggi.
Jika orang tua menginginkan anak meneladani perilakunya di angka 60 misalnya maka teladan yang ditunjukkan minimal harus berada di angka 80, idealnya di angka 100. Karena dalam proses peneladanan sering terjadi penurunan kwalitas atau gradasi, seperti gradasi warna, di pangkalnya tajam tapi sampai di ujungnya buram atau remang-remang. Jika teladan yang ditunjukkan di angka 50 maka jangan salahkan anak jika dalam meneladaninya hanya sampai di angka 30.
Karena itu, ketika menyebut fungsi Nabi saw sebagai teladan (uswah), Allah mengungkapkannya dengan kalimat nakirah (indefinite noun) yang salah satu fungsinya dalam bahasa Arab untuk mengungkapkan sesuatu yang agung ( lit-ta'zhim). Artinya, tingkat keteladanan Nabi saw berada pada tingkatan yang sangat tinggi dan agung. Ini sesuai fakta kehidupan Nabi saw. Seluruh sisi kehidupan Nabi saw berada pada tingkatan yang paling tinggi di tengah umatnya, bahkan di tengah umat-umat lain. Karena itu, hasil dakwahnya sangat mengagumkan.
link: https://m.facebook.com/satriahadi.lubis.3/posts/1995333550753964
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.