Bagaimana non-Muslim Bisa Masuk ke Tanah Haram?


sumber: fb ust. Azzam Mujahid Izzulhaq

Pertama:
Jika menggunakan Visa Umroh, maka prosesnya adalah mengelabui data pribadi (jika di Indonesia adalah dengan memalsukan data KTP dan Kartu Keluarga pada kolom agama).

Sebagaimana diketahui bahwa Visa Umroh itu, walau dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Saudi Arabia, namun pada proses operasionalnya dikerjakan oleh pihak swasta. Di Indonesia, dikerjakan oleh travel terdaftar (lebih dikenal dengan Provider Visa) yg bekerjasama dengan operator penyelenggara ibadah umroh di Saudi Arabia (lebih dikenal dengan istilah Muassasah). Di sinilah pentingnya kolom agama dalam kartu identitas. Karena dalam proses visa, tidak ada wawancara. Tidak ada tes wawasan ke-Islam-an misalnya. Tes baca Al Quran misalnya. Cukup pernyataan dokumen di atas kertas saja.



Di luar Indonesia, beberapa negara menggunakan jasa pihak swasta. VFS Global namanya. Sebuah perusahaan yg berdiri sejak 2001 yg core business-nya adalah sebagai perusahaan outsource dalam bidang diplomatik dan dokumen perjalanan ke luar negeri. Negara-negara yg tidak mau ribet mengurusi permohonan visa dari penduduk dunia yg ingin berperjalanan ke berbagai negara. Pemohon melampirkan dokumen dirinya melalui VFS Global.

Di Indonesia tadinya Kedutaan Besar Saudi Arabia akam menggunakan jasa VFS Global juga. Namun diprotes oleh seluruh asosiasi penyelenggara umroh dan haji. Maka proses Visa Umroh di Indonesia tetap melalui Provider, Muassasah dan Asosiasi.

Pemalsuan identitas ini bisa benar-benar murni dipalsukan. Jangan tanya bagaimana caranya. Masalah begini kecil saja. Bisa juga seorang non-Muslim berpura-pura masuk Islam. Ia mengucapkan dua kalimat Syahadat. Namun, tujuannya hanya untuk mengelabui saja.

Setelah Visa Umroh keluar, tidak ada halangan lagi bagi seseorang untuk bisa masuk ke Tanah Haram. Imigrasi di Saudi Arabia akan clear. Check point antara Jeddah-Makkah dan Jeddah-Madinah juga demikian. Apalagi jika seorang non-Muslim tersebut ikut group Umroh. Tambah mudahlah ia masuk.

Kedua:
Jika menggunakan Visa Bisnis dan Visa Kunjungan tambah mudah lagi bagi non-Muslim untuk masuk. Tidak ada batas wilayah larangan. Jika Visa Umroh, pemegangnya hanya diperbolehkan ke 2 provinsi saja: Provinsi Makkah dan Provinsi Madinah. Sementara, pemegang Visa Bisnis atau Visa Kunjungan bisa kemana saja.

Jalur penerbangan yg paling sering digunakan oleh para non-Muslim yg masuk ke Saudi Arabia adalah melalui Riyadh. Dari Riyadh, karena pengecekan imigrasi itu hanya dilakukan satu kali saja, para non-Muslim ini biasanya menggunakan penerbangan domestik ke Madinah atau Jeddah.

Terminal kedatangan untuk penerbangan domestik berbeda dengan internasional. Jika di Madinah posisinya di ujung sebelah kiri. Tinggal keluar dan tunggu jemputan atau naik taksi. Selesai.

Untuk semakin meyakinkan, tinggal belajar mengucapkan salam dan berpenampilan layaknya seorang Muslim.

***
Jadi, sebenarnya jika beberapa hari lalu ada seorang non-Muslim masuk ke Masjid Nabawi di Madinah yg menghebohkan itu. Bagi saya itu 'biasa' dan sangat mungkin terjadi. Di tengah betapa longgarnya pembuatan Visa dan pemeriksaan di sana.

#AMI
#SelamatkanDuniaIslam
#LintasanPikiran

link: https://m.facebook.com/azzam.izzulhaq/posts/10210368088263489

*****************
kalo temen² pengen baca salah satu contoh non muslim bisa masuk ke tanah haramain, silahkan baca² yg ada di link ini:
http://gayaoki.blogspot.com/2017/11/seorang-blogger-yahudi-kedapatan.html



RENUNGAN


umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin

...

===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.