Ayam Serama VS Ayam Utan
Diposting oleh
komea miehet
|
sumber: fb ust. Nandang BUrhanudin
(1) Tetua ayam tak bisa menyadarkan ayam serama yang selalu bertindak sembrono. Tiap kali diingatkan, ia malah main ancam dan siap menghabisi ayam lain yang tak seide.
(2) Ayam utan, sebenarnya bisa saja menyingkirkan ayam serama. Tapi ia selalu menahan diri, demi keutuhan kampung ayam. Lagian malu juga, satu keluarga berseteru.
(3) Sikap mengalah ayam utan ditanggapi angkuh. Si ayam serama, makin merajalela. Hingga suatu hari, ia pernah mau diterkam ular sawah. Seandainya, tidak diselamatkan si utan.
(4) Jasa ayam utan, tak memudarkan keangkuhan ayam serama. Berkali-kali ia mengajak tarung derajat. Ayam lain hanya bisa mengelus dada, kesal, tapi gak berani.
(5) Hingga akhirnya, si tetua meminta kancil sang bijak untuk menyadarkan. Kancil pun mengajak si serama untuk pergi ke hutan, melawan ayam yang lebih gagah dan kuat.
(6) "Mana ayam yang paling kuat itu?" Si serama sesumbar. "Tuch dalam belukar" tunjuk kancil. Si serama pun meloncat. Lalu berkelahi, prak ..prak .. pecah!
(7) Ternyata itu adalah cermin. Si serama berkelahi dengan dirinya. Ia pun terluka parah. Darah mengalir. Untungnya tetua ayam dan kancil segera membawanya. Ia tetap sombong.
(8) Makin merajalela, menantang si utan. Dihina, dilecehkan, dipermalukan, dilarang menemui ayam lain, membuat si utan pun naik pitam. Ia keluarkan jurus! Hampir saja membunuh si serama!
(9) Tapi urung melakukannya. Ia ingat, serama masih saudaranya sesama ayam. Ia pun lari, "Aku gak mau bertarung!" "HOreee ..aku menang!" kata si serama congkak.
(10) Serama menaiki kayu tinggi. Berteriak lantang, "Aku paling hebat ..paling kuat..!" Tanpa ia ketahui, dari atas burung elang sedang siap menerkam.
(11) Karena sayang sama saudara, ayam utan berteriak mengingatkan. Tapi tak digubris. Akhirnya, si serama disergap burung elang dan dibawa kabur entah kemana.
(12) Sahabat. Angkuh dan sombong, tak ada yang menyelamatkan. Terlebih saat berada di posisi puncak, tongkat komando di tangan, dan semua ucapan menjadi intruksi untuk dilaksanakan.
(13) Bagi si angkuh, tak perlu lagi suara musyawarah. Bahkan tetua ayam dipinggirkan. Ia tak sadar, kampung ayam belum bubar, karena semua masih menahan diri, berharap si ayam serama sadar diri.
(14) Namun ketika semakin angkuh dengan kedudukan, justru lupa bahwa ia tengah berada dalam ancaman: disergapu burung elang.
(15) Kalau hanya ayam serama yang dilibas, tentu tak masalah. Sangat bahaya bila justru yang dihancurkan seluruh kampung ayam. Tak ada yang untung bukan?
(16) Semoga ayam serama di alam nyata sadar, diamnya ayam utan bukan kelemahan. Tapi cermin kebijaksanaan, demi keselamatan semua anggota ayam di kampung ayam.
(17) Wahai serama! Lebih baik jadi sayur ayam, daripada jadi ayam sayur yang petangtang petengteng di kampung ayam, tapi tak punya taring saat pergi ke hutan.
link:
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.