Pernyataan Beberapa Netizen Terkait Rohingya yang Layak Kita Renungi
Diposting oleh
komea miehet
|
Berikut ini pernyataan beberapa netizen yang mereka posting di akun facebook mereka terkait dengan krisis kemanusiaan yang sedang dialami oleh saudara-saudara kita di Rohingya:
Iramawati Oemar:
Saat masanya sakit datang, ternyata yang dicabut duluan adalah RASA.
Seenak apapun kata orang, seistimewa apapun makanan favorit kita, bagi kita tetap tawar tak berasa apa-apa.
Ah jadi kepikiran
Jika kita tak merasa apa-apa saat mendengar, membaca dan melihat pembantaian sadis di Rohingya, bisa jadi kita sedang SAKIT.
Tak lagi merasa.
Karena RASA hanya milik orang-orang yang sedang SEHAT saja.
Tatty Elmir
(Refleksi saat bad flu menyerang)
Copas statusnya Bu Tatty Elmir .
Iya bener juga, kalo seseorang sudah KEHILANGAN RASA simpati dan empati kepada etnis Rohingya yang jelas terusir dan teraniaya, berarti orang tersebut sedang SAKIT JIWA-nya, SAKIT RUHANI-nya, SAKIT SPIRITUAL-nya.
Jangan lagi ngomong IQnya 200 (sekolam), EQ dan SQ nya mungkin sudah NOL atau bahkan MINUS!!!
Perlu disuplay asupan sentuhan emosional dan spiritual.
Nanik Sudaryati:
Saya heran mengapa orang Indonesia tiba -tiba sebagian menjadi warga yg minus moral ya. Mengapa masih asyik berdebat "PENYEBAB" pembantaian muslim Rohingya?
Apapun penyebab itu, nyawa manusia yg dihabisi bukan ayam! Kalau toh kebetulan muslim, apakah salah juga kalau muslim di Indonesia dan juga dunia marah.
Tiba -tiba saya menjadi takut menjadi orang Indonesia, karena jiwa dan ruh kemanusiaan itu sdh mulai luntur...
Saya jadi ingat peristiwa bencana Tanah Longsor di Banjarnegara, dari penduduk yg kena longsoran itu hampir semua warga PDIP. Lalu siapa yg mengambil jasad -jasad itu dari timbunan tanah, selain TIM SAR adalah teman2 FPI juga dari PKS. Lalu siapa yg memberi bantuan? Semua kelompok atau warga di seluruh Indonesia, termasuk JMP.
Apakah kita saat memberi bantuan itu bertanya mereka siapa? Padahal mereka juga salah karena menempati lereng2 yg sebetulnya sudah pernah diperingatkan tdk boleh ditempati , karena bahaya longsor...lalu apakah yg menolong masih menyoal penyebabnya saat menolong?
Kini ada Rohingya yg teraniaya dan tercabik, mengapa kita tidak segera menolong, tapi asyik memperdebatkan penyebab pembantaian. Mengapa sinis kalau yg teriak orang Islam?
Rahma Shalihin:
Hasbunalloh wani'mal wakeel....
Smg lelahmu menjadi penyebab engkau masuk ke jannah NYA...
Middle east
Potret seorang ayah Rohingya yang sangat lelah dan putus asa, berusaha menyelamatkan anak-anaknya dari pembantaian brutal oleh rezim teroris Myanmar.
Berjuang mengendong tiga anaknya melintasi sungai Naf untuk mencapai perbatasan Bangladesh.
Muhammadiyah Cabang Blimbing:
TERIMA KASIH PAK POLISI
Anda telah dengan sengaja mendidik umat Islam untuk tidak percaya kepada polisi.
Umat Islam hanya mau jumatan dan doa bersama untuk peduli Rohingya, dan Polisi Indonesia menghalangi.
Ya, terbukti polisi Indonesia menghalangi! Apa alasannya? "Perintah atasan", hanya begitu kata mereka.
Serasa di Palestina, polisi Indonesia memeriksa semua yang akan shalat jumat di Masjid An Nur Magelang. Lengkap dengan metal detektor pula. Serasa akan masuk Masjid Al Aqsha dan berhadapan dengan aparat Zionis Yahudi.
Terima kasih, Pak Polisi... Umat Islam makin solid, makin kuat. Dan yang pasti, makin hilang kepercayaan kepada aparat berseragam coklat.
Ini disebabkan oleh ulah Anda, Pak Polisi.
Siapakah yang mengajari umat Islam untuk membenci polisi? Kezaliman Anda sendiri!
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.
