KESAMPAIAN
Diposting oleh
komea miehet
|
Oleh: ust. Salim A. Fillah
Tidak semua cita yang kesampaian itu terwujud secara zhahir. Cita untuk syahid di jalan Allah misalnya.
“Barangsiapa mengharapkan mati syahid dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengangkatnya sampai ke derajat para syuhada’ meski ia meninggal dunia di atas tempat tidur.” (HR Muslim)
Lelaki itu menatap cawan yang dihidangkan padanya. Dia tahu, minuman itu berracun. Tapi bila ditanya mengapa pasukannya begitu berjaya di hadapan Legiun Romawi yang terkenal perkasa, dia selalu berkata, "Aku membawa pasukan yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan."
Maka dia memutuskan untuk meminumnya dengan sebuah doa:
"Dengan nama Allah, yang dengan asmaNya tiada kan membahayakan sesuatu apapun di langit dan di bumi dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Maka tubuhnya bergeletar sebentar, matanya memerah. Tapi sebentar kemudian tenang lagi seakan tak terjadi apapun. Panglima Romawi yang hendak berlaku culas ternganga. "Racun yang kupakai, cukup untuk membunuh seratus orang", katanya.
"Agar kautahu", ujarnya. "Ruhku di tangan Allah, tiada yang dapat memajukan atau memundurkan kematian yang telah ditetapkanNya."
Lelaki itu, Khalid ibn Al Walid, memegang erat pesan Khalifah yang amat mengutamakannya, Abu Bakr Ash Shiddiq. "Carilah kematian, kan kaudapati kehidupan."
Di perang Mu'tah, 13 pedang patah melayani kegagahan dan kegigihan lengannya.
"Apakah Tuhan menurunkan pedang ini padamu hingga kau dijuluki pedang Allah? Tapi tak ada yang istimewa dari benda ini", ujar panglima musuh yang mengamati senjatanya.
"Aku hanya menunjukkan pedangnya. Bukan lengan yang mengayunnya."
Sepanjang hidup dia cari kematian itu, hingga tak ada sejengkalpun bagian tubuhnya tanpa luka. Tapi di akhir, inilah dia terbaring sakit dalam sakaratul maut di ranjangnya.
"Mengapa harus di sini kujemput kematian, padahal sepanjang hidup kususuri medan-medan pertempuran?", keluhnya.
"Karena kau pedang Allah", jawab seorang temannya yang menahan lelehan air mata. "Takkan Dia biarkan pedangNya patah di tangan musuh-musuhNya."
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.