DILEMA! Jokowi Bercuit Soal Korupsi, Netizen: Kasus Korupsi Adik Iparnya Gimana Pak?
Diposting oleh
komea miehet
|
Pernyataan Jokowi untuk memerangi korupsi dan menolak pelemahan KPK berhadiah tamparan telak dari rakyat.
Akibatnya, upaya pencitraan untuk menaikan elektabilitas, yang semakin merosot akibat turunnya kepercayaan rakyat pada kepemimpinan Jokowi, pun gagal total.
Hal ini tergambar dari respon cuitan Jokowi yang bercuit melalui twitter Ahad, 10 September 2017.
"Kita harus menjaga KPK. Korupsi adalah kejahatan luar biasa -Jkw", @jokowi
Berikut respon netizen.
"Dibekuin diamuk rakyat..
Gak dibekuin diamuk si mbok..
Dilema petugas partai.......cuma petugas partai.......", @RudyIshaq
"Mhn maaf Pak,ditunggu aksi nyatanya.Hentikan laku Partai pendukung pemerintah penggerak pelemahan,stop kriminalisasi.TGPF kasus Novel", @Dahnilanzar
"@ Bagaimana kabar korupsi Pajak Adik Ipar Bpk Presiden ?
PEMIMPIN itu hrs satu kata n perbuatan pak.", @Muhamma37029013
"Ya korupsi memang kejahatan luar biasa,tapi saya akan lebih ikut menjaga KPK jika KPK pun memberantas korupsi tidak TEBANG PILIH!!!", @Asmara_1701
Sumber: http://www.portal-islam.id/2017/09/dilema-jokowi-bercuit-soal-korupsi.html
RENUNGAN
umat Islam diajak golput, sementara mereka yang bukan Islam justru mengajak umatnya agar ikut pemilu dan menguasai pemerintahan. jika umat Islam golput dan dilarang ikut pemilu, maka pemerintahan akan dipimpin oleh mereka yang tidak memihak Islam dan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. bagi aye, seruan golput sama dengan mengajak umat Islam untuk memilih orang yang tidak memihak kepada Islam sebagai pemimpin
...
===================
Imam Syafi'i (Rohimakumulloh) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah...???
Jawab beliau "Perhatikan kemana mengarah anak panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran"
Diberdayakan oleh Blogger.